Broken Heart itu untuk Move On !

Aku memang masih mencintaimu. Tapi itu tak berarti lagi. Aku hanya mencintaimu. Namun perlahan perasaan itu kian memudar. Kau tau karena apa? Karena aku harus menikam hatiku, melupakanmu. Berat memang. Tapi aku harus lakukan. Karena mungkin aku mencintai orang yang tak tepat. Namun, siapa yang tau tentang berjodoh. Orang tua bilang, jodoh tak akan kemana. So, aku akan mencoba mengikhlaskan. :’)

Kau tau? Setiap kali menatap, setiap kali kita saling bersapa nama, perasaan itu muncul seketika. Dan aku harus menikamnya. Apalagi saat kau memanggilku dengan sebutan “Manis” 😦 :’)

Kita ini sahabat, bukan? Iya sahabat πŸ™‚ Aku sahabatmu, kau sahabatku. Namun, karena perasaan kita dulu, persahabatan kita memang berbeda dari yang lain. Yah, canggung rasanya. Bahkan untuk melihatmu pun aku tak berani. Apa lagi ngobrol? Duar -_-

Dulu, kita memang punya rasa saling kan? Saling, suka, saling sayang, saling peduli? Tapi itu dulu. Iya, itu dulu. :') :) Sekarang kita sahabat (y) . Mungkin semuanya akan biasa saja seperti dulu jika waktu itu kau tak membuatku menunggu. Tak membuatku berharap terlalu tinggi. Iyaa.. Tapi semua sudah terlanjur. Berlalu tanpa pernah aku pikir. Waktu itu awal kehancuran perasaanku ini padamu. Kau tak pernah tau, tak pernah paham. Betapa aku selalu berpositif thinking tentangmu. Selalu bersabar atas sikapmu. Aku memang bukan siapa2. Tapi setidaknya kita memiliki rasa saling namun tak berstatus, bukan? Seperti pacaran, tapi tidak. Kau memangilku dengan sebutan yang biasanya di pakai oleh orang yang pacaran, bukan? Itu dulu. Ingat, itu dulu. Siapapun yang membaca ini, ini kisahku waktu dulu. Jangan ada yang envy , jangan ada yang berat hati. Jika ada, lebih baik tinggalkan blog saya ini. Saya hanya ingin mengenang. Mengenang!

Tapi kau tak pernah tau tentang husnudzhon-ku, kesabaranku. Kau pergi, bukan? Iya. Pergi. Saat aku berharap semua baik2 saja. Semua semakin lekat. Kau pergi. Bisa di bilang tanpa alasan, bisa di bilang dengan alasan. Entahlah. Yang jelas mulai saat itu aku mulai terpuruk. Merana. Sangat sulit menyadarinya! Namun aku harus membuka mata ku lebar2. Kau memang telah pergi. Kau memang telah ingkari hatiku ini. Namun, siapa yang bisa menahan cinta pergi? Tak ada, bukan? Walau aku memelukmu, kau akan tetap berlalu, kan? Jadi mulai saat itu aku mulai sedikit demi sedikit menikam hatiku sendiri perlahan. Kita semakin jauh. Upayaku untuk membuatmu jatuh cinta lagi padaku pun sia-sia. Aku menyerah. Aku ikhlaskan kamu. Dan sejak itu kita bersahabat , bukan? Kita masih sering terhubung setiap hari. Menjadi seorang sahabat yang baik. Di depanmu aku pura2 tegar. Meski sebenarnya kau tau kan bahwa aku merana? Iya merana berkepanjangan.

Namun pada suatu ketika, saat aku mendongkak ke arah langitan senja. Ke ribuan burung yang mengepakkan sayapnya pada langit yang kemerahan. Aku bertekad aku harus bangkit. Bangkit dari merana yang berkepanjangan ini. Aku harus melangkah ke depan dan jangan menoleh ke belakang agar aku tak tersandung.

Aku mulai mengenal sesosok yang telah aku kenal. Lebih dekat. Dia membuatku merasa nyaman. Terhibur. Bangkit dari merana. Memberiku bahunya saatku lelah. Memberikan jemarinya saat aku butuh pegangan. Aku mulai terbiasa. Meski kadang masa lalu masih terus menggantung di ingatan. Namun semenjak kehadirannya, aku paham bahwa aku harus memulai menerima cinta yang baru dan membangun yang lebih kokoh. Penuh aroma rindu yang semerbak. <3 <!--more-->

Dan saat aku mulai hampir terbiasa bersama dia. Masa lalu itu muncul lagi. KAU datang lagi! Penyesalan memang selalu datang di akhir. Meski aku masih menyayangi KAU, aku tetap tak bisa. Tak bisa. Biarlah aku dan kau bersahabat. Aku tau kau pasti menyesal. Merasa bodoh karena menyia-nyiakan-ku. Iya, kan? Benar, kan? Hukum karma itu berlaku. Dan biarlah kau merasakan kesakitannya. Seperti apa yang aku rasakan dulu. Aku nikmati dulu. Biarlah.. Biarlah kita saling move on. Kau do'akan aku bahagia bersama dia. Dan aku akan do'akan kau juga agar kau bahagia. Aamiin O:) :')

Aku memang masih menyayangimu. Namun tak berarti apa2 lagi. Biarlah semuanya menjadi kenangan. Karena tak ada yang hilang dari sebuah kenangan. :') Lalu biarkan aku untuk belajar mencintai orang lain. Mencintai dia yang membuatku nyaman. Mencintai dia yang selalu menebarkan aroma rindu yang tercium semerbak. Biarkan. Karena pasti semua akan ada hikmahnya. Semoga ini yang terbaik. Biarlah kau menjadi kenangan. Biarlah aku mencintai dia. Belajar bangkit melalui kehangatannya. :') <3

Semoga tak ada kesakitan kecuali kesakitan merindu. Semoga tak ada lagi merana kecuali merana karena rindu. MOVE ON !

Terima kasih Muhammad Ibnu Saban :* <3

Iklan

7 thoughts on “Broken Heart itu untuk Move On !

  1. ashfi berkata:

    ekhem! #cough
    ehm tes…tes…tes… tes 1 2 3

    ecie~~~yg udah move on πŸ™‚ udh gak merana lagi kan? udh gak di php-in lagikan?
    keep writing sayang :*
    tata bhasany udh bagus tpi sayang ada beberapa penempatan tanda baca yg buat bingung.jadi lain kali penempatan tanda baca diperhatikan ya πŸ™‚
    dan juga kakak mau blang makasih sama aurel udh nyemangatin kk πŸ˜€ yg kakak mau TO itu. makasih yg sbesar2nya

    • hehehe πŸ˜€
      makasih kakak udah berkunjung ke blog aurel :))
      makasih juga kritiknya. oke kak. aurel akan terus belajar lagi. keep writing ^_^
      sama-sama kak. semangat!!
      smoga kita bisa ketemu lagi di lain waktu. semoga kakak bisa masuk ke universitas yg kakak inginkan yah. aamiin O:) {} :*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s