Tips Menulis Novel ala Tere Liye

Suka Tulis

Ilustrasi
Ilustrasi

Iqbal Perdana | DETaK

Darussalam – Darwis Tere Liye, siapa yang tidak mengenal novelis satu ini. Kiprahnya di dunia menulis patut diancungi jempol. Betapa tidak, ia telah menggarap banyak judul novel, di antaranya; Semoga Bunda Disayang Allah (2007), Hafalan Sholat Delisa (2007), Bidadari-bidadari Surga (2008), Rembulan Tenggelam di Wajahmu (2009) dan Pukat (2010).

Novel “Hafalan Sholat Delisa” yang mengangkat kisah keluarga Delisa yang selamat dari bencana tsunami Aceh. Karyanya itu saat ini telah difilmkan dan diputar serentak di bioskop-bioskop Indonesia pada 22 Desember 2011 lalu.

Dalam rangka peluncuran dan diskusi novel “Marwah di Ujung Bara” karya Rh. Fitriadi di gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah, Minggu (8/1/2012) pagi, Tere Liye berkesempatan hadir menjadi salah seorang pemateri dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Forum Lingkar Pena (FLP) Aceh itu.

Lihat pos aslinya 529 kata lagi

Pada 13 #1

Kau tahu sesaknya hati menahan sepi?

Sakitnya rindu yang tertahan karena tiada jumpa..

Kau tahu aku berusaha kuat menahan segala jenuh

Bertahan demi kamu..

Demi cinta..

Untuk bahagia..

Untukmu..

Karena gundah gembiraku adalah bersamamu

 

Tak perlu muluk-muluk

Cukup engkau dan ridho-Nya~

Terkadang aku meragukan cintamu

Pikiranku berkecamuk dalam

Hal-hal yang tak di inginkan pun terlintas silih berganti dalam pikiran

Dan hati mengguratkan tanda tanya

Namun aku sungguh mencintaimu

Tanpa tanda tanya

Tanpa pemahaman mengapa aku mencintaimu

Namun apakah kau yakin Baca lebih lanjut

MENYADARI DAN MENSYUKURI

Kini aku menyadari

Allah SWT pasti akan mengganti yang hilang dengan yang lebih baik

Dan kini kutemukan

Benar-benar nyata untuk saat ini

Namun terasa semu di masa depan

Aku hanya dapat mensyukuri

Menjaganya

Dan berharap kekecewaan dahulu tak kurasakan lagi

Dan sungguh, hati ini mulai mengukir mimpi bersamanya

Kini aku hanya berharap bahwa ini memang pilihan terakhir yang Maha Cinta berikan padaku
Tak ada kesakitan dan kekecewaan
Baca lebih lanjut

3 CALON PENGHUNI NERAKA

  1. mereka yang mempunyai hati tetapi tidak digunakan untuk memahami ayat-ayat Allah.
  2. mereka yang mempunyai mata tetapi tidak digunakan untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah.
  3. mereka yang mempunyai telinga tetapi tidak digunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah/adzan..

 

Orang seperti di atas ini sama seperti binatang! Bahkan lebih hina dari binatang. Karena mereka telah melalaikan dirinya. Na’udzubillah..

Wasiat Terakhir Imam Syafi’i Rahimahullah

imam-Syafii-3

 

Diriwayatkan dari Imam al-Muzanniy (murid terdekat Imam asy-Syafi’i), dia bertutur: “Aku membesuk asy-Syafi’i ketika beliau ditimpa sakit yang mengantarkannya pada ajal. Aku pun berkata padanya: ‘Bagaimana keadaanmu wahai guru?’

Beliau menjawab: ‘Keadaanku layaknya seseorang yang akan pergi meninggalkan dunia, yang segera akan berpisah dengan saudara, yang sejenak lagi akan meneguk gelas kematian, yang akan bertemu dengan buruknya amalku, yang akan menghadap Allah. Aku tak tahu, apakah ruhku akan terbang melayang menuju surga, hingga aku pantas mengucapkan selamat padanya, ataukah akan terlempar ke neraka, hingga aku berbelasungkawa atasnya (dengan harapan akan ampunan-Nya)’. Kemudian beliau menengadahkan wajah ke langit, seraya bersenandung:

إلَيْكَ إلَهِ الْخَلْقِ أَرْفَعُ رَغْبَتِيْ               وَإنْ كُنْتُ يَاذَا الْمَنِّ وَالْجُوْدِ مُجْرِما

وَلَمَّا قَسَى قَلْبِيْ وَضَاقَتْ مَذَاهِبِيْ         جَعَلْتُ الرَّجَا مِنِّيْ لِعَفْوِكَ سُلَّمَا

تَعَـاظَمَنِيْ ذَنْبِيْ فَلَمَّـا قَرِنْتُهُ                بِعَفْوِكَ رَبِّيْ كَانَ عَفْوُكَ أَعْظَمَا

Baca lebih lanjut